DATA HK – JAKARTA . PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sukses melakukan pemberian tegangan pertama (energize) pada trafo Interbus Transformer (IBT) unit 2 Gardu Induk (GI) Kiliranjao di Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat.

Trafo IBT merupakan bagian dari gardu pokok yang berfungsi untuk menyalurkan gaya atau daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan rendah maupun sebaliknya.

Direktur Bisnis Regional Sumatra PLN Wiluyo Kusdwiharto mengatakan, keberhasilan proses energize IBT-2 pada GI Kiliranjao akan meningkatkan kapasitas penyaluran tenaga listrik sebesar 250 Mega Volt Ampere (MVA). Alhasil, saat ini GI Kiliranjao sanggup menyalurkan listrik hingga 500 MVA.

Baca Juga: PLN: Kabar ada kompensasi listrik akibat work from home dipastikan hoaks

“Beroperasinya IBT-2 mewujudkan pasokan listrik di Sumatra, khususnya Sumatra Bagian Selatan, Tengah, dan Utara semakin kuat dan jujur dengan adanya tambahan daya sejumlah 250 MVA, ” ujar dia dalam siaran pers di kedudukan resmi PLN yang dikutip Kontan. co. id, Senin (30/3).

Wiluyo menambahkan, jika aliran listrik digunakan untuk mengalirkan listrik bagi rumah tangga, maka trafo sebesar 250 MVA dapat membakar listrik lebih dari 192. 000 pelanggan rumah tangga dengan daya 1. 300 Volt Ampere (VA).

Keberadaan IBT-2 GI Kiliranjao juga membuat PLN mempunyai potensi penghematan hingga Rp 105 miliar per bulan. Sebab, sediaan daya dari pembangkit yang kurang efisien dapat digantikan dengan sediaan daya pembangkit yang lebih bagus dari sistem 275 KV.

Baca Juga: PLN berlakukan mekanisme baru penghitungan tagihan listrik mulai April

Berbarengan makin andalnya kelistrikan di Sumatra, maka peluang bagi investor hadir dan membangun bisnisnya di Sumatra juga semakin besar.

“Dengan modal ini, PLN siap mendorong pertumbuhan investasi di Sumatra Utara, ” tutup Wiluyo.