KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Ancaman gangguan bisnis kelanjutan pandemi virus corona (Covid-19) masih membayangi industri lintassektor, tidak tersendiri industri besi dan baja. Meski begitu, hal ini agaknya belum menahan agenda ekspansi produsen pipa baja, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (Spindo).

Corporate Secretary & Investor Relation PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk, Johanes W Edward mengatakan pihaknya masih berpaut pada rencana ekspansi awal yang sudah dicanangkan sebelumnya.

“Untuk ekspansi sampai saat tersebut masih seperti rencana, persiapan selalu tetap dilakukan, tetapi nanti tahapan-tahapannya akan disesuaikan dengan kondisi ekonomi, ” kata Johanes kepada Langsung. co. id, Selasa (31/03).

Baca Pula: Stabilkan harga, Spindo (ISSP) buyback 200 juta bagian

Sedikit data, sebelumnya emiten yang memilki isyarat saham ISSP ini berencana menaikkan 1-2 gudang atau depo perdana tahun ini. Salah satunya akan dibangun di Makassar dengan gaya tampung sebesar 1. 000-3. 000 ton.

Alasannya tidak lain adalah untuk memperlancar pembagian barang dengan kuantitas order dengan tidak begitu besar di provinsi Indonesia Timur. Pemilihan Makassar jadi lokasi pembangunan depo baru didasarkan pada porsi kontribusi penjualan di wilayah Indonesia Timur yang tidak sedikit, yakni sekitar 45% dari total penjualan.

Selain membangun depo baru di Makassar, perseroan juga ingin membangun depo baru lainnya di wilayah Sumatra atau Sulawesi. Namun demikian, agenda ini belum bersifat final sehingga jadi atau tidaknya pembangunan itu masih akan didiskusikan.

Menurut perkiraan Johanes, jika tidak ada aral melintang, pengerjaan pembangunan depo anyar akan mulai dikerjakan pada semester kedua tahun itu. “Eksekusinya tentunya akan disesuaikan dengan kondisi-kondisi yang ada nanti, ” kata Johanes.

Adapun belanja modal atawa capital expenditure yang akan dianggarkan tahun ini masih sama dengan besaran capex yang dicanangkan sebelumnya, yakni kira-kira Rp 50 miliar – Rp 60 miliar dengan bersumber pada kas internal. Anggaran ini sudah termasuk anggaran untuk mendanai kos perawatan (maintenance capex).

Saat ini, Spindo telah mempunyai empat gudang yang tersebar pada empat kota, yakni Jakarta, Bandung dan Samarinda yang masing-masing mempunyai daya tampung 1. 000-3. 000 ton serta Surabaya yang daya tampungnya 5. 000 – 20. 000 ton. Dengan demikian, perseroan akan memiliki lima hingga enam gudang baru apabila rencana penggandaan depo anyar terealisasi.

Baca Juga: Pokerace99