Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Yudho Winarto

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Negeri akan menerbitkan obligasi khusus yang tujuannya untuk memberi dukungan ke pelaku Usaha Mikro, Kecil, & Menengah (UMKM). Terutama di tengah pukulan pandemi virus corona (covid-19).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menilai, dukungan tersebut diberikan agar UMKM dapat mempunyai daya tahan. Ini karena, UMKM merupakan sektor yang memiliki sokongan sebesar 60, 3% dari buatan domestik bruto (PDB), dan menyerap tenaga kerja lebih dari 97% dari total lapangan kerja.

“Oleh karena itu UMKM juga akan menjadi perhatian ana. Pemerintah akan menerbitkan bond (obligasi) yang di-channel-kan bagi nasabah UMKM eksisting, ” ujar Sri Mulyani di dalam agenda rapat kegiatan virtual dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4).

Baca Juga: Pemerintah rencanakan penerbitan Pandemic Bond sebesar Rp 449, 9 triliun

Menurutnya, bantuan langsung bagi UMKM akan sangat penting dilakukan, agar daya bisa tetap berlanjut dan menyekat tingkat pengangguran yang tinggi.

Ia memaparkan, dukungan pemerintah kepada UMKM akan dilakukan melalaikan penempatan dana pemerintah di perbankan, sehingga perbankan dapat memiliki pas likuiditas untuk melakukan beberapa kebijaksanaan.

Adapun kebijakan pertama, dapat membantu nasabah UMKM eksisting, yang sedang melakukan kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit motor, dengan menjalankan restrukturisasi, seperti dengan tertuang dalam POJK 11/2020.

Di mana, pelaku UMKM tersebut saat ini dinilai padahal mengalami kesulitan akibat dari wabah virus Corona.

“Selanjutnya, pemerintah dapat membantu kebutuhan likuiditas atau working capital pada nasabah yang mengalami kesulitan dalam membiayai kebutuhan rutinnya. Seperti membayar gaji personel, karena kami ingin agar penetapan hubungan kerja (PHK) bisa dicegah, ” kata Sri.

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan, perlu ditetapkan beberapa persyaratan bagi nasabah UMKM yang akan dibantu. Seperti harus memiliki reputasi dengan baik, serta taat dalam menutup pajak.

Baca Juga: Sri Mulyani: Perbaikan ekonomi diperkirakan terakhir terjadi di kuartal IV-2020

Para pelaku jalan yang patuh dalam membayar pajak, dinilai lebih berhak dalam memperoleh stimulus ini. Terlebih, karena nama baik yang baik merupakan pertimbangan dengan penting dalam menentukan pemberian motivasi.

Selain itu, pemerintah juga akan memprioritaskan akan menyampaikan stimulus pada debitur yang berjalan di sektor yang terdampak Covid-19 atau pada wilayah yang terdampak.