Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. PT Garuda Indonesia (GIAA) akan tetap memenuhi kebutuhan aksesibilitas transportasi udara pada masa pandemi virus corona (Covid-19), sejalan dengan komitmen negeri.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, perseroan akan berperan aktif dalam jalan penanganan pandemi Covid-19 dengan menyungguhkan konektivitas udara tetap berlangsung bertemu dengan ketentuan dan pembatasan.

Baca Pula: Waskita Karya (WSKT) masih menunggu hasil tender rencana di luar negeri

“Perseroan sedang melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah dan Departemen Perhubungan untuk memastikan kesiapan keinginan aksesibilitas layanan penerbangan selama kala pandemi Covid-19, ” ujar Irfan dalam siaran resmi yang diterima kontan, Jumat (01/5).

Irfan menyatakan, hal ini mau dilakukan melalui implementasi protokol kesehatan tubuh yang jelas dan terukur, khususnya terkait rencana pemerintah untuk menetapkan kebijakan turunan Permenhub No. 25/2020 yang mengatur ketentuan pengoperasian servis penerbangan di masa pandemi.

“Namun demikian dapat awak pastikan bahwa dari aspek kesiapan operasional, kami sudah sangat siap jika memang kebijakan tersebut hendak diterapkan, ” katanya.

Irfan menyadari di tengah pandemi ini, kepentingan publik harus tentu dilayani, khususnya terkait akses layanan transportasi udara. Dia menegaskan perseroan siap melayani penerbangan sesuai secara kebutuhan masyarakat, namun tetap mengindahkan kebijakan dari pemerintah.

Baca Juga: Gara-gara PSBB dan pembatasan mudik, lalu lintas kendaraan dalam tol Jasa Marga turun 35%

“Kami upayakan hal itu dapat menjadi bagian berkesinambungan bersama pemerintah dalam menguatkan kepentingan publik tersebut dapat terpenuhi dengan baik, ” katanya.

Sebelumnya, Garuda Indonesia diketahui mengikuti jejak Lion Air Group yang mengoperasikan penerbangan perizinan khusus (exemption flight) bagi pebisnis pada tengah larangan mudik yang ditetapkan oleh pemerintah.

Bersandarkan informasi yang diperoleh Bisnis Selasa (28/4/2020), Garuda mengeluarkan surat pre-informasi rencana pengoperasian exemption flight pada kawasan merah. Adapun, surat tersebut bernomor SS/005/BDJ/2020 tertanggal 27 April 2020.

Baca Juga: Ada PSBB dan larangan mudik, Hutama Karya akui pendapatan dari jalan tol bisa turun

Dukungan dari Anda akan menambah semangat kami dalam menampilkan artikel-artikel yang berkualitas dan berguna seperti ini.

Jika berkenan, silakan manfaatkan fasilitas donasi berikut ini.