Sumber: Reuters | Editor: S. S. Kurniawan

KONTAN. CO. ID –┬áMADRID. Korban meninggal akibat virus corona baru di Spanyol pada Kamis (14/5) naik ke golongan angka kematian harian tertinggi dalam sepekan terakhir.

Bagian berwenang pun memperingatkan, gelombang ke-2 wabah virus corona mungkin terjadi, setelah survei antibodi nasional membuktikan sekitar 5% populasi telah tertular virus itu.

Kementerian Kesehatan Spanyol mengatakan, jumlah janji akibat virus corona pada Kamis (14/3) mencapai 217 orang, lebih tinggi dari hari sebelumnya sebesar 184 orang.

Baca Juga: Jepang cabut keadaan darurat corona, kecuali di Tokyo dan Osaka

Untuk prima kalinya sejak 8 Mei, angka kematian akibat virus corona di atas 200 orang. Total moralitas akibat penyakit itu di kampung matador menjadi 27. 321.

Mengutip Reuters , Kepala Darurat Kesehatan Fernando Simon menyebutkan, alasan kenaikan tidak jelas. Lebih dari setengah lantaran kematian baru terjadi di mulia wilayah, Catalonia.

“Kami sekarang bekerja dengan wilayah itu untuk mengidentifikasi tanggal kematian dan mengevaluasi apakah ini adalah janji baru atau ada keterlambatan di dalam pembaruan, ” kata Simon.

Baca Serupa: Kasus corona dalam Singapura lampaui 26. 000, masih tertinggi di ASEAN

Sementara jumlah kasus virus corona meningkat menjadi 229. 540, meskipun pengujian antibodi dari 60. 000 orang di seluruh Spanyol bisa memperlihatkan sebanyak 2, 3 juta orang yang memiliki aib ini.

Hasil mula menunjukkan rasio prevalensi 5% pada 47 juta populasi Spanyol, jauh di bawah tingkat yang diperlukan untuk mencapai “kekebalan kawanan”.

“Yang berarti, gelombang kedua penularan mungkin terjadi di seluruh negeri jika langkah-langkah untuk menekan pandemi tersebut tidak diamati, ” ujar Simon.

Baca Juga: Mulai besok, Malaysia longgarkan kekangan salat berjemaah di masjid

Spanyol adalah satu diantara negara yang paling parah dilanda pandemi virus corona. Jumlah maut setiap hari telah menurun dengan dramatis selama enam minggu belakang dari puncak 950 orang di awal April.

Penguncian ketat yang diberlakukan di Spanyol, yang sekarang mulai dilonggarkan, telah membantu untuk mengekang penularan di negara ini.