KONTAN. CO. ID – LONDON . Manajer Watford Nigel Pearson memperingatkan bahwa nyawa pemain bisa dalam bahaya jika Federasi Inggris digelar kembali terlalu cepat selama pandemi virus corona (COVID-19).

“Orang-orang menutup lupa mereka terhadap ancaman (bahaya) itu, ” kata surat kabar Times mengutip ucapannya pada hari Sabtu (16/5).

“Ya, ana ingin memulai kembali (Premier League) tetapi itu harus aman. Kita harus berhati-hati. Mengabaikan kemungkinan (bahaya) itu bodoh. Ini tentang memelihara kesehatan orang, ” lanjut Pearson.

Sekretaris Kebudayaan dan Olahraga Inggris Oliver Dowden mengutarakan pada hari Kamis bahwa pemerintah membuka pintu bagi sepakbola untuk kembali bulan depan dan mengakhiri musim ini dengan pertandingan tanpa penonton.

Baca Juga: Lionel Messi: Penghentian La Liga Spanyol Akan Menguntungkan Barcelona

Para pemain, klub serta pemerintah sedang mendiskusikan langkah-langkah kesejahteraan yang diperlukan agar ‘Project Restart’ bisa terwujud.

Pertemuan berikutnya rencananya digelar pada hari Senin untuk membahas protokol medis.

Klub Liga Inggris juga bisa melanjutkan pelatihan pada kamp latihan masing-masing.

Bukan hanya soal pemeran


Keterangan yang dirilis pemerintah Inggris menunjukkan, hingga Kamis pukul 23. 00 WIB warga Inggris yang wafat akibat virus corona telah mencapai 33. 998 orang.

“Kami harus berusaha memercayai pemberitahuan bahwa kami telah mencapai puncaknya, tetapi masih banyak orang dengan kehilangan nyawanya karena (virus corona) ini, ” kata Pearson.

“Jumlah korban tewas dalam Inggris adalah antara 33. 000 dan 38. 000. Itu menutup stadion kami dan kemudian mengisinya setengah lagi. Itu pemikiran yang serius. ”

Watford berada di urutan 17 dalam klasemen liga, satu tempat pada atas zona degradasi, tetapi Pearson mengatakan dia akan mengajukan perkara yang serupa di mana pun klubnya berada di papan klasemen tatkala.

Menangkap Juga: Liga Jerman jadi liga perdana yang reda setelah terhenti corona

Kapten Watford Troy Deeney telah mengatakan dia akan menempatkan kesehatan keluarganya sebelum sepakbola.

Kantor statistik Inggris mengatakan bulan ini bahwa pria berkulit hitam 4, 2 kali bertambah mungkin meninggal akibat COVID-19 daripada pria kulit putih.

Nah, sekitar sepertiga dari pemeran Liga Premier berasal dari situasi belakang etnis berkulit hitam, asia dan etnis minoritas lainnya.

“Troy pemain yang betul penting bagi kami. Dia manusia. Dia punya keluarga yang nisbi muda, ” lanjut Pearson.

“Kita harus ingat, tersebut (tidak hanya) tentang kesejahteraan pemeran dan staf, tetapi juga orang-orang yang terhubung dengan mereka, ” tutupnya.

Editor: Tedy Gumilar