Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN. CO. ID -JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan Kookmin Bank berkomitmen untuk menyerap Penawaran Umum Terbatas (PUT) V alias rights issue PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), Kamis (11/6).

Di keterangan resmi OJK, Kamis 11/6, Kookmin Bank akan menjadi pemegang saham pengendali tunggal (PSPT) dengan mengambil minimal 51% saham dalam Bank Bukopin (BBKP). Jika tersebut lancar, maka grup financial terbesar di Korea Selatan (Korsel) itu akan menjadi pemegang saham mayoritas saham Bukopin (BBKP).

“OJK sudah menerima pernyataan Kookmin Bank, grup finansial terbesar pada Korea Selatan, yang saat tersebut memiliki 22% saham Bank Bukopin (BBKP) telah siap menjadi Pemegang Saham Pengendali Tunggal (PSPT) secara mengambil alih kepemilikan sekurang-kurangnya 51% saham Bank Bukopin, ” perkataan Deputi Komisioner Humas dan Penyediaan OJK Anto Prabowo dalam siaran pers yang diterima Kontan. co. id, Kamis (11/6).

OJK juga memastikan bahwa Kookmin Bank telah menyediakan sejumlah uang di escrow account untuk menjadi pemegang saham pengendali dalam memperkuat permodalan dan likuiditas Bank Bukopin. “Dananya sudah masuk, ” ujar Anto ke KONTAN.

Yang menarik, sebelum pengumuman resmi OJK keluar di sore hari, OJK juga mengeluarkan surat ke Eksekutif Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)  tertanggal 11 Juni. Tulisan yang juga ditembuskan ke sidang komisaris BRI (BBRI), direksi Bukopin (BBKP), serta dewan komisaris Bukopin (BBKP) ini meminta BRI menghunjam ke Bank Bukopin dengan menyerahkan technical assistance .

“Utamanya untuk mengatasi likuiditas dan operasional Bukopin, ” tulis Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo dalam surat tertanggal 11 Juni ini.

Baca Juga: Emiten bank BUMN dikabarkan tambah uang ke Bukopin, intip prospek sahamnya

Dalam tulisan yang sama, OJK juga telah meminta pemegang saham Bukopin yakni Kookmin, Bosowa Corporindo, Kopelindo agar menganjurkan kuasa kepada tim technical assistance untuk menggunakan hak suaranya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Bukopin dalam pemilihan anggota Jawatan Komisaris dan Direksi. Jika tak ada aral melintang RUPS Bank Bukopin akan diadakan pada agenda 18 Juni 2020 ini.

Upaya kontan. co. id untuk mengklarifikasi surat tersebut kepada Komisaris Utama BRI Kartika Wirjoatmodjo, Anto Prabowo serta direksi Bank Rakyat Indonesia belum berbalas, meski pesan pendek kontan menunjukkan sudah dibaca.

Hanya surat itu menjadikan Bank Bukopin memperoleh technical assistance dari dua bank BUMN. Pasalnya, sebelum BRI, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga sudah memberikan technical assistance ke Bukopin utamanya untuk mengatasi likuiditas Bukopin.

Sumber kontan. co. id yang mengetahui perkara ini menyebut, bantuan teknis bank-bank BUMN khususnya menyangkut likuiditas, menyusul terjadinya penarikan dana nasabah-nasabah mulia di Bank Bukopin. Kondisi tersebut bersamaan dengan belum ada kejelasan masuknya Kookmin Bank dalam rights issue.

Baca Juga: Lulus, KB Kookmin Bank bakal oleh sebab itu pengendali Bank Bukopin

“Kendalanya adalah harga yang belum cocok dengan pemegang bagian Bukopin, ” ujar sumber itu. Pasalnya kendala likuiditas ini dikhawatirkan akan merembet ke bank-bank asing sehingga bisa berdampak sistemik ke sektor perbankan.

Merujuk data 31 Mei 2020, PT Bosowa Corporation memegang 23, 395 saham BBKP, Kookmin Bank Co. Ltd 21, 996%, Negara 8, 917%, publik 45. 692%.

Saat penutupan perdagangan pura saham, Kamis (11/6), harga saham bank bersandi BBKP ditutup terangkat 2, 42% menjadi Rp 169 per saham.

Baca Juga: OJK mengklaim Kookmin Bank siap jadi pemegang saham pengurus Bukopin

DONASI, Mampu Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat saya untuk menyajikan artikel-artikel yang berisi dan bermanfaat.

Sebagai peribahasa terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.