Reporter: Fahriyadi | Editor: Fahriyadi.

KONTAN. CO. ID semrawut JAKARTA, Koordinator Kelompok Antikorupsi Indonesia ( MAKI) Boyamin Saiman tidak ambil pusing terkait gugatan pengujian Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Cetakan 1 Tahun 2020 yang tak dapat diterima Mahkamah Konstitusi (MK) PADA Selasa (23/6).

Adapun, penyebab gugatan tersebut tak dapat diterima MK adalah sebab gugatan ini telah kehilangan obyek menyusul Perppu 1/2020 telah disahkan oleh DPR dan pemerintah menjelma Undang-Undang (UU)pada 12 Mei 2020 atau setelah gugatan ini diajukan.

Boyamin mengatakan, kejadian itu memang sudah seharusnya dikerjakan MK sehingga MAKI pun sudah mengajukan gugatan atas UU Bagian 2 Tahun 2020.

“Saya sudah memperkirakan hal ini sejak Perppu disahkan jadi UNDANG-UNDANG, maka kami sudah mengajukan penghapusan UU No 2 tahun 2020 yang pecan lalu sudah sidang perdana dengan agenda Pendahuluan, ” kata Boyamin dalam keterangannya, Selasa (23/6).

Boyamin pula mengaku justru lebih optimistis gugatan keduanya bakal dikabulkan oleh MK karena sudah mengikuti nasihat hakim MK pada saat sidang JR Perppu.

Boyamin mengutarakan, dalam gugatan keduanya, ia menggugat pembatalan seluruh materi UU Cetakan 2 Tahun 2020 dalam bentuk uji formil karena pengesahan Perppu menjadi UU tidak sah dengan disebakan DPR menetapkan UU tidak pada masa sidang berikutnya. Pula DPR salah karena tidak menyelenggarakan voting padalah sejak awal Bagian PKS menolak pengesahan Perppu menjelma UU.

“Meski nyana repot karena maju dua kali maka tetap harus dijalani karena prosesnya mengharuskan demikian, Kami tak akan lelah dan malah tambah semangat membatalkan UU pengesahan Perppu karena sejatinya rakyat menolak adanya kekebalan hukum pada pejabat, “. ujar dia.

DONASI, Bisa Voucer Gratis!

Sokongan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai aforisme terimakasih atas perhatian Anda, ada voucer gratis senilai donasi dengan bisa digunakan berbelanja di LANGSUNG Store.