Reporter: Ferrika Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi

LANGSUNG. CO. ID – JAKARTA. Dalam sidang lanjutan kasus Jiwasraya, Rabu (15/7), terungkap bahwa Jiwasraya berupaya menutupi kerugian dalam laporan keuangan melalui pembentukan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) pada 2008.

Mantan Besar Pengembangan Dana Asuransi Jiwasraya Lusiana mengungkapkan, pada 2008 terjadi gawat ekonomi sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai surat utang turun. Akibatnya, Jiwasraya mencantumkan kerugian investasi.

“Manajemen waktu itu tidak ingin adanya pencatatan kerugian akibat penurunan makna saham baik harga saham maupun obligasi yang pada waktu itu turun tajam hampir 50%, ” jelas Lusiana dalam kesaksian dalam Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (15/7).

Baca Juga: Konvensi kasus Jiwasraya, saksi sebut pembentukan RDPT untuk menyelamatkan aset

Demi menutupi kemalangan, kata dia, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Harry Prasetyo menyarankan pendirian Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) lalu masuk ke RDPT. Hal itu sejalan dengan kebijakan Bapepam LK nomor 43 tahun 2008 Mengenai Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif Penyertaan Terbatas.

“Kami dibawa oleh pak Harry yang bilang, regulasi ini mampu mengakomodir kesulitan mencatat kerugian. Pendirian RDPT diperuntukkan seluruh industri buat menampung atau mengakomodir kondisi genting pada waktu itu, ” jelasnya.

“Makanya Jiwasraya mencuaikan fasilitas regulator tersebut membuat RDPT dengan membuat harga saham dengan tadi turun dan tidak divaluasi sesuai harga pasar sehingga tak mencatat kerugian, ” tambahnya.

Ia menjelaskan, reksadana berpunya dicatatkan melalui mark to market atau sesuai harga tutup pasar masa itu. Sementara RDPT, nilai aktiva bersih (NAB) tidak dihitung berdasarkan mark to market.

“Tapi jika RDPT tidak tercatat berdasarkan harga pasar tetapi valuasi manajer investasi setiap satu hari setelah tiga bulan. Dari minus, bisa tercatat tidak minus ya, dalam pembukuan laporan keuangan, ” ungkapnya.

Secara singkat, jika mencuaikan RDPT maka saham – bagian yang minus kemudian dipindah ke reksadana yang merupakan asset settlement . Dengan begitu, KPD bisa menghilangkan unrealized loss ataupun nilai kerugian yang belum terealisasi.

Baca Juga: 13 MI dijerat TPPU, Kejagung: Jika ada pencucian uang pasti dikejar

“Jadi selisih kurang antara harga perolehan saham dengan kami beli dibandingkan harga rekan waktu itu nilainya cukup luhur yaitu lebih dari 100 miliar atau unrealize loss. Manajemen tidak sedia adanya unrealise loss, bagaimana itu diupayakan ini hilang, dicoba meniti KPD, ” tuturnya.

KDP sendiri merupakan kontrak pengelolaan dana atau disebut fund manager . Artinya, Jiwasraya menyerahkan manajer investasi untuk menolok dana. Waktu itu, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan menentukan siapa saja PERUSAK yang ditunjuk.

DONASI, Bisa Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai aforisme terimakasih atas perhatian Anda, ada voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di LANGSUNG Store.