Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN. CO. ID kepala JAKARTA. Masalah dengan dihadapi PT Bank Pembangunan Kawasan Banten Tbk (BEKS) makin benar-benar. Pada Maret hingga April berantakan terjadi penarikan dana yang menguras dana pihak ketiga (DPK) hingga 30%.

“Terjadi penarikan dana deposan inti pada Maret hingga April 2020, penarikan dana hampir menyerap 30% DPK Bank Banten, ” kata Sekretaris Kawasan Banten Al Muktabar di depan rapat Paripurna DPRD Banten, Selasa (14/7).

Baca Juga: Bank Banten masuk pengawasan khusus, Pemprov berharap ada suntikan modal lantaran publik

Merujuk laporan keuangan perseroan, akhir Februari 2020 Bank Banten masih mempunyai DPK senilai Rp 5, 67 triliun, sementara pada akhir April nilainya merosot hingga 17, 26% menjadi Rp 20, 86 triliun, atau berkurang hingga Rp 980, 21 miliar.

Penarikan terbesar terutama terjadi pada persediaan berjangka alias deposito senilai Rp 923, 73 miliar menurun sepadan 27, 32% dari Rp 3, 38 triliun pada akhir Februari menjadi Rp 2, 45 triliun pada akhir April 2020.

Al Muktabar bilang kejadian tersebut pula yang memicu aksi Pemprov Banten memindahkan dananya pada Bank Banten ke PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (BJBR). Sebab, Bank Banten kekeringan likuiditas yang mengganggu distribusi sokongan Pemprov kepada Satuan Kerja Negeri Daerah (SKPD) terkait penanganan pandemi.

“Pemindahan dana dikerjakan dalam rangka social safety net, sebab Bank Banten tidak bisa melaksanakan perintah Pemprov untuk menyalurkan DBH (Dana Bagi Hasil) Pajak ke kabupaten, dan kotamadya, ” jelasnya.

Mengaji Juga: Pemprov Banten pangkas target setoran modal ke Bank Banten, ternyata ini alasannya

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Kamu akan menambah semangat kami buat menyajikan artikel-artikel yang berkualitas & bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.