Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Kementerian Sosial akan terus menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) sebagai program pemerintah meski ada kasus korupsi yang tengah ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Asal tahu saja, KPK telah menetapkan Menteri Sosial Juliari Batubara sebagai tersangka kasus korupsi bansos Covid-19. Pada kasus tersebut, KPK mencari Juliari mendapat fee sebesar Rp 10. 000 per paket bansos yang diberikan.

Sekretaris Jenderal Kemensos Hartono Laras memastikan seluruh program Bansos lestari berjalan. Baik Bansos reguler suka pun program Bansos untuk penanganan virus corona (Covid-19).

“Saat ini total anggaran Kemensos sebesar Rp 134 triliun & realisasi sudah lebih dari 97, 2% per-6 Desember 2020. Ini yang kita kawal terus, ” ujar Hartono dalam siaran pers, Minggu (6/12).

Baca Juga: Jokowi tunjuk Menko PMK sebagai Menteri Sosial ad interim

Dari jumlah itu, anggaran yang masuk skema program perlindungan sosial, baik yang reguler maupun non reguler mencapai Rp 128, 78 triliun. Realisasi perkiraan untuk program tersebut juga sudah lebih dari 98%.

Hartono juga menjelaskan telah melakukan antisipasi terhadap tindak pidana korupsi pada program Bansos. Termasuk secara meminta pengawasan dari berbagai bagian.

“Sejak awal kami telah meminta Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) baik Inspektorat Jenderal Kemensos maupun BPKP, dan aparat penegak hukum untuk melakukan pendampingan dan pengawalan serta pendampingan di dalam pengelolaan anggaran bantuan sosial ini yaitu dengan Polri, Kejaksaan Istimewa, termasuk dengan KPK, ” nyata Hartono.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Kamu akan menambah semangat kami buat menyajikan artikel-artikel yang berkualitas serta bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.