KONTAN. CO. ID – Mendengar buah hati mulai mengoceh pastinya membuat orang tua suka. Tidak jarang, keterlambatan berbicara ataupun speech delay membuat orang tua khawatir.

Setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda, berangkat dari berjalan hingga berbicara. Sekalipun berbeda, Anda patut waspada jika pada umur tertentu anak merasai keterlambatan di aspek tertentu.

Melansir dari KidsHealth , anak yang memiliki keterlambatan berbicara bisa mengucapkan beberapa logat tetapi kesulitan untuk menyusunnya dalam satu kalimat yang baik.

Anak dengan speech delay pula kesulitan memahami kata atau frasa yang ia ucapkan.

Karenanya Anda perlu memperhatikan tanda-tanda anak mengalami keterlambatan berbicara.

Tanda-tanda speech delay anak

Tahapan perkembangan bicara anak dimulai era ia berusia 2-3 bulan.

Melansir laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pada leler tersebut anak mulai bisa menghasilkan suara seperti uuh atau ooh.

Seiring bertambahnya sempurna, anak mulai bisa mengoceh atau babbling seperti mengucapkan dadaa atau mamamama.

Menyuarakan Juga: Catat! 5 Makanan ini baik dikonsumsi pokok setelah persalinan

Anda mulai harus waspada jika anak tidak melakukan babbling dan tidak merespon jika dipanggil dengan namanya.

Selain babbling , tanda-tanda anak menjalani speech delay , dikutip dari KidsHealth , diantaranya:

  • Tidak menunjukkan gerakan menunjuk objek atau melambaikan tangan saat umur 12 bulan.
  • Pada usia 18 bulan anak menemui kesulitan untuk meniru suara serta lebih menggunakan gerakan untuk berkomunikasi. Anak juga kesulitan memahami arahan sederhana.
  • Saat anak berumur 2 tahun dia cuma menirukan ucapan atau gerakan & tidak membuat suara atau frasa secara spontan.
  • Pada usia 2 tahun anak pengganggu untuk mengikuti perintah sederhana serta memiliki suara yang tidak umum.

Jika bujang menunjukkan tanda-tanda keterlambatan bicara tersebut, segera konsultasikan pada dokter.

Penyebab keterlambatan cakap

Keterlambatan di perkembangan anak terutama bicara dikarenakan oleh beberapa faktor.

Gangguan pendengaran, autisme, gangguan dalam otak, atau gangguan pada liang mulut menjadi penyebab dari speech delay .

Selain gangguan fisik, berasal dari Healthline , gangguan pada psikologi anak serupa bisa mempengaruhi perkembangan bicara mereka.

Penanganan untuk perkara speech delay membutuhkan penanganan dari beberapa dokter yaitu dokter anak, psikolog atau psikiater anak, dan sinse THT.

Selain tabib, peran orang tua juga sama pentingnya dalam perkembangan bicara anak.

Bersumber dari laman IDAI, orang tua disarankan untuk giat berbicara dan berkomunikasi pada bani.

Dimulai dari masih bayi, biasakan untuk berkomunikasi dengan anak sesering mungkin. Kata-kata daripada orang tua bisa berpengaruh di dalam perkembangan kosa kata anak.

Selain mengajak berbicara, jalan mencegah keterlambatan berbicara bisa secara membacakan cerita.

Bacakan buku bergambar yang sederhana pada anak. Ajak juga anak untuk menunjukkan gambar pada buku & menyebutkan nama gambar tersebut.

Editor: Tiyas Septiana