KONTAN. CO. ID semrawut TOKYO. Ekonomi Jepang tumbuh lebih lantaran ekspektasi di kuartal IV 2020, memperpanjang masa pemulihan dari resesi terburuk berkat rebound dari permintaan luar negeri yang mendorong ekspor & belanja modal. Tetapi, pemulihan itu melambat dari periode di kuartal III 2020 lalu.

Belum lagi, adanya perintah pembatasan darurat wilayah yang mengaburkan prospek. Hal ini sekaligus menggarisbawahi tantangan yang dihadapi para pembuat kecendekiaan dalam mencegah penyebaran Covid-19 tanpa menghentikan pemulihan ekonomi, terutama dalam sektor konsumsi yang terpukul.

“Kondisi sedemikian rupa sehingga Jepang tidak dapat menghindari pertumbuhan negatif di kuartal pertama, ” sebutan Takumi Tsunoda, Ekonom Senior dalam Shinkin Central Bank Research laksana dikutip Reuters , Senin (15/2).

Baca Juga: Wabah Ebola baru merebak, Guinea minta bantuan WHO

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bahwa ada kemungkinan besar bakal ada siklus berulang dari infeksi virus korona yang menyebar serta diatasi tahun ini. Hal itu berarti, segmen konsumsi tidak mau mungkin pulih pada kecepatan yang diharapkan.

Ekonomi terbesar ketiga di dunia ini mencetak tumbuh 12, 7% tahunan pada Oktober-Desember menurut data pemerintah, melebihi perkiraan pasar yang diproyeksi tumbuh sekitar 9, 5%.

Namun, laju tersebut masih lebih lambat dari lonjakan 22, 7% yang direvisi pada kuartal sebelumnya, ketika ekonomi mendapat dorongan lantaran permintaan yang terpendam setelah keadaan darurat sebelumnya dicabut pada kamar Mei lalu.

Semasa setahun penuh dilanda virus corona, ekonomi Jepang terkontraksi sekitar 4, 8%, penurunan tahunan pertama semenjak tahun 2009. Tetapi, kinerja Oktober-Desember Jepang jauh lebih kuat dipadankan pertumbuhan Amerika Serikat (AS) sejumlah 45 dan penurunan 2, 8% di kawasan Eropa.

Baca Juga: Seekor kucing peliharaan di Seoul positif Covid-19

Itu artinya, dengan kemajuan yang solid selama dua kuartal berturut-turut, ekonomi Jepang kemungkinan berhasil menutup 90% dari kerugian dengan disebabkan pandemi, menurut analis. “Pemulihan Jepang berjalan jauh lebih segera dari perkiraan semula, ” prawacana Yoshiki Shinke, Kepala Ekonom di Dai-ichi Life Research Institute.

Meski begitu, Shinke membaca bahwa masih ada jarak buat mencapai normalisasi. Kabar baiknya, ekonomi sejatinya sudah mulai pulih ke tingkat sebelum pandemi.

Editor: Tendi Mahadi