KONTAN. CO. IDENTIFICATION – JAKARTA. Penyebab serangan jantung adalah penumpukan lemak atau kolesterol yg menyumbat aliran darah menuju jantung. Karena bisa berakibat fatal, kondisi tersebut perlu segera mendapat perawatan medis.

Setiap jamaah mengalami gejala serangan jantung yang berbeda-beda. Namun, wujud beberapa gejala yang umum terjadi. Mulai dari nyeri dada, sakit perut, muncul sensasi terbakar atau heartburn, sesak napas, hingga pusing.

Gejala-gejala tersebut bisa terjadi secara tiba-tiba, tapi tak sedikit pula yang muncul beberapa hari atau minggu sebelum serangan jantung terjadi. Selain memerhatikan gejalanya, Anda pun perlu mengetahui faktor pemicu yg dapat mengakibatkan serangan jantung.

Ukuran Pinggang

Mengutip dari Web MD (webmd. com), ukuran pinggang bisa jadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko serangan jantung. Alasannya, ukuran pinggang berhubungan dengan jumlah lemak perut yang meraih menyebabkan gangguan pada jantung.

Menurut salahsatu penelitian, pria dengan lingkar pinggang 80 cm lalu wanita dengan lingkar pinggang 85 cm lebih berisiko mengalami serangan jantung. Jadi dari itu, cobalah buat rutin melakukan olahraga atau melakukan program diet yang bisa mengurangi jumlah lemak dalam tubuh.

Baca Juga: Penjelasan soal saturasi oksigen, cara cek dan berapa kadar normalnya

Rokok

Rokok jadi salah satu penyebab serangan jantung yang sudah diketahui banyak orang. Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko serangan jantung hingga 36%. Bahkan, menghisap 20 rokok tiap hari dapat meningkatkan risiko penyakit tersebut hingga empat kali lipat.

Pola Hidup

Ragam hidup yang tidak sehat bisa jadi faktor lain yang memicu kemunculan serangan jantung. Untuk menghindari sesuatu tersebut, cobalah untuk membatasi konsumsi alkohol. Selain itu, cobalah untuk rutin melakukan olahraga dan konsumsi makanan bergizi, seperti buah dan sayur.

Baca Juga: 5 Gejala kolesterol tinggi yang harus Kamu waspadai

Stres

Tahukah Anda bahwa stres bisa jadi penyebab serangan jantung? Melansir Web MD, stres yang berlangsung dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko serangan jantung hingga dua kali lipat.

Maka dari itu, cobalah untuk mengelola stres dengan baik. Anda dapat melakukan hobi di sela-sela kesibukan Anda, membuat jurnal, dan melakukan meditasi atau yoga. Jika diperlukan, cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog agar mendapat cara penanganan stres yang tepat.

Editor: Belladina Biananda