Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu T. Rahmawati

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Febriany Eddy resmi menjadi Chief Executive Officer (CEO) & Pemimpin Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO) setelah pengangkatannya disetujui melalui RUPS, Kamis (29/4).

Febriany telah berkarir di Vale selama hampir 14 tarikh dan menduduki jabatan-jabatan penting di dalam organisasi. Febri, demikian dia biasa disapa, memiliki hampir 22 tarikh pengalaman kerja internasional pada industri finansial maupun pertambangan.

Dia pernah bekerja untuk PricewaterhouseCoopers di Jakarta serta di Amsterdam, Belanda, semasa total 7 tahun. Rani kelahiran Palembang, 44 tahun lalu itu, terlibat pada berbagai jenis pekerjaan dan proyek-proyek internasional dalam tes tuntas keuangan.

Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia dan pemegang titel MBA dari UCLA Anderson School of Management serta National University of Singapore itu memulai karir di Vale Indonesia sebagai manajer pengawasan dan evaluasi proyek selama tiga tahun. Febri kemudian ditugaskan ke jawatan regional Vale Base Metals Asia Pasifik dan Afrika yang berbasis di Brisbane, Australia, selama 2, 5 tahun.

Baca Juga: Vale Indonesia (INCO) akan membagikan dividen US$ 0, 00333 per saham

Di sana, Febriany bertanggung tanggungan mengkoordinasikan perencanaan bisnis dan memonitor performa dari unit Base Metals di Indonesia, Jepang, China, Taiwan, serta Afrika. Sekembalinya ke Nusantara, Febri menjabat sebagai CFO PT Vale dari tarikh 2013 sampai 2018, & menjabat Deputy CEO semasa 2 tahun, sebelum kesimpulannya dilantik menjadi CEO.

“Saya berkomitmen menyelenggarakan PT Vale untuk merealisasikan program pengembangan kita dalam Bahodopi, Pomalaa, dan Sorowako, yang didasari oleh bahan mulia untuk membawa kemakmuran bersama yang selalu mengutamakan kesehatan dan keselamatan, keberlanjutan, dan menciptakan manfaat buat masyarakat luas secara keseluruhan, ” ujar Febriany, Kamis (29/4).

Nikel adalah produk penting dengan dibutuhkan untuk mewujudkan ambisi dekarbonasi dunia. Terlepas dari tantangan yang luar normal, lanjut Febri, dia berkomitmen untuk mengurangi karbon dan mencapai karbon netral di proses produksi nikel pada tahun 2050. “Saya membenarkan pada pentingnya membangun PTVI menjadi organisasi yang mengutamakan keberagaman dan inklusi, sehingga PTVI bisa menjadi tempat bagi semua talenta, ” kata Febriany.

Baca Serupa: Penjualan Vale Indonesia (INCO) naik 18% yoy menjadi US$ 206, 6 juta di kuartal I-2021

Di seluruh dunia, cuma 13% peran eksekutif C-suite di perusahaan tambang dipegang oleh perempuan, menurut laporan S& P Global Ratings. Hal itu menjadikan Febriany, yang masuk dalam Sempurna 25 Most Influential Women in Treasury in Asia Pacific (2015), sebagai kepala dari sedikit perempuan yang menempati posisi paling penting di industri pertambangan.

Febri yang terpilih sebagai Asia’s Top Sustainability Superwomen 2019 itu juga aktif menyuarakan kesetaraan, keberagaman, inklusi, dan keberlanjutan, melalaikan berbagai forum, seperti Women in Mining & Energy (WIME), Indonesia Business Council for Women Empowerment (IBCWE), dan kini menjabat jadi Vice President Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD).

Kecintaannya terhadap laut Indonesia membina dirinya menekuni hobi menyelam dan menjadikan keberlanjutan sebagai misi pribadi. Febriany berkomitmen untuk mewujudkan budaya learning together di Vale Nusantara. Dengan SDM dan kebiasaan yang tepat, INCO, lanjutnya, akan dapat mewujudkan ambisinya menjadi perusahaan hebat dengan dicintai oleh masyarakat merata.

Baca Juga: Simak rekomendasi saham Vale Indonesia (INCO) di tengah kenaikan harga nikel

DONASI, Sanggup Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menaikkan semangat kami untuk menyediakan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai aforisme terimakasih atas perhatian Kamu, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.