Sumber: Al Jazeera | Editor: Handoyo.

KONTAN. CO. ID porakporanda JAKARTA . Presiden Korea Selatan Moon Jae-in akan mengunjungi Gedung Putih pada 21 Mei 2021 untuk melakukan topik dengan Presiden AS Joe Biden, menyoroti aliansi sendat antara kedua negara. Gedung Putih mengatakan pada keadaan Kamis.

“Presiden Biden berharap dapat berfungsi dengan Presiden Moon buat lebih memperkuat aliansi kami dan memperluas kerja pas erat kami, ” prawacana Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Acara tersebut bakal menandai pertemuan puncak dengan langsung kedua dengan seorang pemimpin asing dari kepresidenan Biden, yang dimulai dalam bulan Januari. Kedua pertemuan itu dilakukan dengan gabungan Asia. Yang pertama, pembukaan bulan ini, dilakukan secara Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga.

Sekretaris pers senior Moon, Chung Man-ho, mengatakan dalam ajaran yang disiarkan televisi bahwa kedua pemimpin akan menegaskan kembali soliditas aliansi negara mereka dan berharap untuk memperluas kerja sama dengan komprehensif dan timbal pulih berdasarkan persahabatan kedua negara.

Baca Juga: Gara-gara beli produk China, pejabat Korut dihukum stagnan oleh Kim Jon Un

Keputusan Moon dan Biden buat mengadakan pertemuan langsung sekalipun dalam situasi sulit karena pandemi COVID-19 menunjukkan pentingnya aliansi Seoul-Washington, kantor berita Korea Selatan Yonhap mengutip pernyataan Chung.

Moon sebelumnya telah melaksanakan beberapa kali pembicaraan secara pendahulu Biden, Donald Trump khususnya tentang masalah denuklirisasi Korea Utara.

Biden telah mengidentifikasi penentangan China sebagai tantangan geopolitik yang dihadapi Amerika Serikat, dan dia telah beroperasi untuk menopang dukungan diantara sekutu di kawasan buat melawan apa yang dianggap Amerika Serikat sebagai pasar yang melanggar dan pengerjaan hak asasi manusia dalam China.

“Pertemuan tersebut juga akan mempercakapkan kerja sama erat antara Korea Selatan dan GANDAR untuk membuat kemajuan dalam denuklirisasi lengkap semenanjung Korea dan kebijakan perdamaian yang langgeng, serta kerja sebanding praktis, termasuk di bidang ekonomi dan perdagangan, & tanggapan terhadap tantangan ijmal seperti sebagai perubahan iklim dan COVID-19, ”kata Chung.

Biden mengucapkan sedang dalam tahap akhir peninjauan kebijakan untuk menekan program nuklir di Korea Utara. Korea Utara telah menolak perlucutan senjata sepihak dan tidak memberikan tanda bahwa mereka bersedia melewati pernyataan dukungan luas buat konsep denuklirisasi universal.