KONTAN. CO. ID semrawut JAKARTA. Penyebaran virus corona (Covid-19) membayangi industri keuangan termasuk bisnis PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) ataupun SMF. Meski saat ini kongsi belum merasakan dampaknya secara tepat, namun jika kondisi ini berlaku dalam jangka panjang maka dikhawatirkan akan mempengaruhi bisnis perseroan.

Direktur SMF Heliantopo membaca, pengaruh berkepanjangan ini bisa hidup dari tertekannya kinerja rekanan perusahaan seperti perbankan dan multifinance.

Baca Juga: Hingga 2020, SMF targetkan penyaluran pinjaman Rp 13 triliun

“Kemungkinan bisa terjadi kenaikan NPL lantaran bank dan multifinance yang akan pengaruhi kinerja mereka, ” prawacana Heliantopo kepada Kontan. co. id, Senin (30/3).

Jika rasio kredit bermasalah (NPL) bank dan multifinance naik, berarti kecakapan mereka membayar pinjaman ke SMF juga tersendat. Guna mengantisipasi dampak berkepanjangan, perseroan masih melihat serta menghitung berapa besar dampak dari pandemi Covid-19 terhadap perseroan ke depan.

Ia berniat baik bank dan multifinance sedang punya kemampuan keuangan untuk menutup pinjaman sehingga mereka tidak menetapkan mengajukan restrukturisasi ke SMF. Tatkala itu, perusahaan juga masih langsung melakukan evaluasi perkembangan bisnis kongsi dari waktu ke waktu.

Seperti diketahui, SMF menetapkan penyaluran pinjaman sebesar Rp 13 triliun pada tahun ini. Total tersebut meningkat 4, 41% sebab realisasi tahun lalu yakni Rp 12, 45 triliun. Dengan bahan itu, hingga saat ini perusahaan belum berniat merevisi target biar bisnis dibayangi dampak corona.

Tahun ini SMF fokus memaksimalkan perannya sebagai special mission vehicle (SMV) dalam mendukung penuh kalender pemerintah di sektor perumahan. Secara menyediakan dana jangka menengah serta panjang bagi pembiayaan perumahan menggunakan kegiatan sekuritisasi dan pembiayaan.

Baca Juga: Togel Hongkong

Lengah satunya, menggunakan dana Penyertaan Pangkal Negara (PNM) sebesar Rp dua, 5 triliun untuk mendukung rencana khusus pembiayaan perumahan tahun tersebut.
Terdapat tiga program khusus pembiayaan perumahan seperti Program Kemerosotan Beban Fiskal pada Program Sarana Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Kalender KPR Pasca Bencana, dan Kalender KPR Aparatur Sipil Negara (ASN) TNI Polri.