Reporter: Agung Hidayat | Editor: Yudho Winarto

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bakal mempengaruhi aktivitas pabrikan manufaktur di sekitar ibukota. Salah satunya industri kabel yang cukup tersebar di Jabodetabek.

Namun demikian, Noval Jamalullail, Ketua Umum Asosiasi Pabrik Kabel Indonesia (Apkabel) mengaku masa ini para pelaku industri tersebut masih tetap beroperasi.

“Tentunya dengan mengikuti beberapa aturan yang telah ditetapkan menjadi hukum, ” ujarnya kepada Kontan. co. id, Minggu (12/4).

Semua itu harus didahului dengan mendapatkan Surat Izin yang mampu diajukan sesuai Surat Edaran Menteri Perindustrian No. 7 tanggal 9 April 2020. Mengenai kondisi rekan kabel saat ini, Noval mengucapkan adanya wabah turut mempengaruhi supply dan demand .

Baca Pula: PLN kerahkan dua. 371 personel untuk jaga sediaan listrik selama PSBB di Jakarta

Meski serupa itu ia belum dapat merinci efeknya terhadap produktivitas pabrikan kabel. Yang jelas beberapa proyek listrik dengan tertunda menghambat penyerapan kabel produksi dalam negeri.

Kedudukan wabah yang belum usai ini bakal mempersulit bisnis kabel secara keseluruhan. “Tergantung berapa lama wabah corona ini berdampak. Bisa jadi (pertumbuhan bisnis kabel) turun sebab tahun lalu, kita lihat belakang saja progres situasinya. Mudah-mudahaan kamar Mei ini sudah selesai, jadi Juni bisa normal kembali, ” urai Noval.

Perkara cashflow juga menjadi problem yang merisak industri ini. Menurut Noval, saat ini proses pembayaran lantaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan proyek-proyek kelistrikan memang menjalani keterlambatan khususnya yang bernilai gembung, hal ini menyebabkan cashflow yang berat buat Industri.

Sebab karena itu pihaknya mengusulkan ada stimulus buat sektor industri ini. Pertama kata Noval soal Retribusi Penghasilan (PPH) diharapkan bisa ada pembebasan atau penundaan.

Baca Juga: Efek Kerja di Rumah Karena Pandemi Corona, LINK & Biznet Panen Pelanggan Baru

Kedua terkait Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada proyek BUMN, agar dapat dibayarkan tepat, tanpa harus ada Restitusi lagi.

Hal tersebut kata pendahuluan Noval akan sangat membantu Industri khususnya dalam hal cashflow . Ketiga terkait pajak ekspor agar dapat ditunda dan terakhir agar Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) bisa ditunda sampai satu Juni atau sebulan setelah era darurat corona ini berakhir.