Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Wahyu T. Rahmawati

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Nilai logam mulia berpotensi mengekor keberhasilan harga emas global yang jadi tembus level psikologis US$ 1. 700 per ons troi. Paladium diprediksi jadi komoditas logam mulia yang paling cepat mengekor kesuksesan emas.

Mengutip Bloomberg pada perdagangan Jumat (17/4) jam 15. 22 WIB harga aurum di pasar global spot tercatat turun 1, 36% ke tangga US$ 1. 694 per ons troi dari level pembukaan US$ 1. 717 per ons troi.

Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono menilai, prospek harga logam mulia masih akan bergerak dalam tren bullish. Situasi ini mengekor dari pergerakan makna emas yang sukses melejit seminggu terakhir. “Perak jelas akan menuruti, juga paladium dan platinum. Hanya saja, realisasinya perlu waktu lebih lama sepertinya, ” ujar Wahyu pada Kontan. co. id, Jumat (17/4).

Mengucapkan Juga: Sudah tembus US$ 1. 700 per ons troi, harga emas diprediksi bearish

Selain itu, prospek kenaikan harga logam agung lainnya dinilai Wahyu cenderung hanya untuk mengejar ketertinggalannya dari kemajuan harga emas dan bukan buat mengejar historical high . Apalagi, untuk platinum & perak masih banyak level resistance dengan bisa di tembus.

Mengutip Bloomberg Jumat (17/4), harga perak tercatat turun 2, 07% ke level US$ 15, 44 per ons troi sedangkan buat harga platinum turun 2, 14% ke level US$ 772, 90 per ons troi.

Untuk itu, Wahyu merekomendasikan buy on weakness untuk logam mulia jadi alternatif investasi. Paladium diprediksi mau jadi yang paling cepat menuruti kenaikan harga emas, diikuti galuh dan platinum.

Wahyu menjelaskan, prospek paladium untuk rebound lebih cepat lantaran fundamental komoditas logam mulia tersebut yang cukup menjanjikan. Bahkan, fundamental paladium sempat membuatnya mendapatkan julukan the new gold kausa harganya yang sudah melampaui nilai emas.

Baca Juga: Antam melayani transaksi jual beli aurum secara online, begini mekanismenya

Selain fundamental yang jelas, paladium juga digunakan jadi core electronic vehicle (EV) di pusat ancaman defisit suplai. Wahyu menekankan, saat harga tengah terkoreksi pula, harga paladium saat ini sedang di atas US$ 2. 100 per ons troi.

“Saat harga (logam mulia) padahal melemah bisa buy on weakness karena bisa jadi cukup menjanjikan dalam tengah pergerakan emas yang masih terus menanjak, ” kata dia.

Ke depan, Wahyu menekankan bahwa harga emas masih akan melanjutkan kenaikannya dan berpotensi bergerak hingga ke level US$ 1. 800 per ons troi hingga US$ 1. 900 mulai ons troi tahun ini. Apalagi harga emas bisa bergerak terangkat ataupun turun sebanyak US$ 50-US$ 100 dalam sepekan.

Baca Juga: Harga emas kembali turun karena resesi ekonomi masih bisa terjadi

“Tanpa alasan apapun koreksi bisa terjadi, didukung sentimen market. Kalau sebelumnya emas sempat turun karena efek likuidasi, mungkin ke depan mampu terjadi lagi jika kepanikan memuncak kembali, namun itu semua cuma sementara, ” tandasnya.