Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo.

KONTAN. CO. ID – TOKYO . Jepang pada Kamis (7/5) meluluskan otorisasi obat antiviral remdesivir untuk mengobati pasien virus corona. Negeri Sakura itu juga hendak menyetujui obat lain Avigan kamar ini. Ini membuat Jepang menjelma negara kedua yang menyetujui obat tersebut setelah regulator AS mengizinkannya pada hari Jumat untuk penggunaan darurat terhadap kasus COVID-19 dengan parah.

“Remdesivir disetujui berdasarkan tindakan luar biasa, ” kata seorang pejabat kementerian kesehatan tubuh negara itu.

Baca Juga: Kasus Baru Nyaris Nol, Angka Kematian Akibat Corona di Cina Nol Dalam Tiga Pekan

“Itu adalah pengesahan pertama negara kami untuk perawatan pasien coronavirus, ” kata pejabat itu kepada AFP.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan pekan lalu pemerintah sedang bersiap-siap untuk memberikan lampu hijau yang cepat untuk obat eksperimental dengan dikembangkan oleh perusahaan AS Gilead Sciences.

Langkah lulus AS datang setelah uji klinis utama menunjukkan remdesivir yang awalnya dikembangkan untuk mengobati Ebola mempercepat waktu untuk pemulihan pada kurang pasien hingga sepertiganya. Perbedaan nilai kematian tidak signifikan secara statistik.

Membaca Juga: Studi baru: Virus corona kemungkinan mulai menghinggapi manusia pada Oktober 2019

Remdesivir, yang diberikan melalui suntikan, sudah tersedia buat beberapa pasien yang terdaftar dalam uji klinis di seluruh negeri. Sedangkan untuk Avigan, yang dikembangkan oleh perusahaan Jepang Fujifilm Toyama Chemical, akan disetujui bulan ini jika uji klinis yang membabitkan 100 pasien terbukti efektif.

Obat, yang nama generiknya adalah favipiravir, disetujui untuk digunakan di Jepang pada 2014 namun hanya pada wabah flu dengan tidak ditangani secara efektif oleh obat yang ada. Ini tak tersedia di pasar dan cuma dapat diproduksi dan didistribusikan pada permintaan pemerintah Jepang. Favipiravir, dengan dapat dipakai secara oral sebagai pil, bekerja dengan menghalangi daya virus untuk bereplikasi di dalam sel.