Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S. S. Kurniawan

KONTAN. CO. ID – TANGERANG. Negeri Kota (Pemkot) Tangerang secara formal memberikan sanksi bagi masyarakat dengan melanggar aturan main dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah mereka.

Mas sanksi tersebut tertuang dalam Sistem Wali Kota Tangerang Nomor 29 Tahun 2020 tentang Pengenaan Hukuman terhadap Pelanggaran Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengatakan, peraturan ini berniat untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat pada menerapkan physical distancing, social distancing, & protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca Pula: Duh, 5 pelanggar PSBB di Kota Tangerang terindikasi kena virus corona

“Selain itu, untuk memberikan kepastian hukum, pemberian sanksi mengikuti optimalisasi PSBB dalam mencegah bertambahnya angka penyebaran, ” kata Arief, Jumat (15/5), seperti dikutip kedudukan Pemkot Tangerang.

Secara perinci, Asisten Tata Pemerintahan Pemkot Tangerang Ivan Yudhianto menjelaskan, setiap masyarakat maupun pedagang wajib menggunakan masker bila berkegiatan di luar rumah. Jika tidak, sanksi sudah menunggu.

“Sanksinya mampu berupa sanksi sosial yaitu membuang fasilitas umum selama dua tanda, atau penyitaan kartu identitas serta denda sebesar Rp 50. 000, ” ujar Ivan. “Pemberian hukuman dilakukan petugas Satpol PP didampingi kepolisian”.

Baca Juga: Penderita virus corona di Tangerang terbanyak di usia 18-59 tahun

Selain masyarakat, Susunan Wali Kota Tangerang juga memerosokkan sanksi bagi pelaku usaha, pemakai kendaraan bermotor, transportasi umum, beserta kegiatan yang bersifat pengumpulan massa yang melanggar aturan PSBB.