Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Wahyu T. Rahmawati

KONTAN. CO. ID porakporanda JAKARTA. Ketua Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Surabaya, Sulami Bahar menolak anggapan bahwa perokok rentan terhadap penyebaran Covid-19. Sulami menegaskan bahwa Covid-19 tidak memahami calon korban perokok atau tak.

Baginya, jika pribadi tidak menjaga kebersihan/kesehatan dan menggembala jarak akan mudah tertular Covid-19. “Baik orang yang tidak merokok maupun perokok akan berpotensi terkena virus yang mematikan itu. Artinya itu bukan hanya karena cerutu orang kena Covid-19. Bukan sebab rokok orang itu jadi tidak sehat, ” tegas Sulami di dalam siaran pers, Rabu (20/5)

Menurut Sulami, industri buatan tembakau (IHT) justru telah positif pemerintah dalam upaya pencegahan & penghentian penularan Covid-19. Hal itu terbukti dengan adanya keputusan negeri melalui PMK No 19/2020 dengan mengijinkan pemerintah daerah menggunakan Pemberian Bagi Hasil cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk membiayai kegiatan pencegahan penularan Covid-19 di daerahnya masing-masing.

Menangkap Juga: Cukai terangkat dan ada pandemi Covid-19, begini dampaknya ke industri hasil tembakau

“Malah pemerintah itu mendapatkan kontribusi dari rokok. Saat ini diakui atau tidak rokok itu benar-benar kontribusinya (dalam pencegahan Covid 19) itu jelas. DBHCHT digunakan untuk pencegahan transmisi Covid 19. Ini kan luar biasa besarnya!, ” tegas Sulami.

Namun demikian, Sulami juga mengakui, Covid-19 berdampak ke industri rokok, khususnya terkait di dalam aktivitas produksi dan penjualan produk rokok. Hampir semua anggota Gapero Surabaya terkena imbas Covid-19.

“Jadi kalau dengan adanya kenaikan tarif cukai atau PMK No. 152 itu kami perkirakan ada penurunan produksi sekitar 15%, ditambah lagi ada wabah corona sekarang. Jika nanti pemerintah serta kita tidak bisa menyelesaikan pandemik Covid-19 sehingga wabah Covid-19 berkepanjangan, kami memprediksi akan ada kemerosotan di tahun 2020 ini sekitar 40%, ” beber Sulami.

Baca Juga: Industri rokok tolak peringatan kesehatan bergambar 90% pada bungkus rokok

Kendati demikian, Sulami menyampaikan, seluruh anggotanya masih terus melakukan kegiatan usaha. Sehingga masih tetap menyerap tenaga kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

Selain tersebut, pihaknya sangat mematuhi peraturan pemerintah khususnya berkaitan dengan protokol pencegahan Covid-19. Hal ini untuk menyekat adanya penularan Covid-19 di daerah pabrik dan agar karyawan tentu sehat. “Saya rasa kalau untuk menggerakkan perekonomian, industri rokok masih mampu membantu menggerakkan perekonomian bangsa sampai sekarang, ” katanya.

Adanya pandemik ini, kata Sulami, pihaknya belum bisa memperhitungkan kira-kira turunnya sampai berapa, namun kalau misalnya sampai berlarut-larut, Sulami memperkirakan produksi akan mengalami penurunan sekitar 40%.

DONASI, Mampu Voucer Gratis!

Sokongan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berisi dan bermanfaat.

Sebagai petitih terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi dengan bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.