Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

LANGSUNG. CO. ID – JAKARTA . Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengeluarkan Surat Persetujuan Impor (SPI) buat produk Gula Kristal Mentah (GKM) yang akan diolah menjadi gula kristal putih (GKP) kepada kira-kira pabrik gula yang berbasis tebu rakyat sejak November 2019.

Hal ini merupakan satu diantara upaya Kemendag untuk mencegah kekurangan gula selama Lebaran. Dir jen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana dalam rilis yang diterima Kontan. co. id, Minggu (24/5).

“Kebijakan memasukkan gula diambil oleh Kemendag jadi salah satu langkah strategis buat mengisi kekosongan stok dan menyeimbangkan harga gula di dalam daerah. Pada 29 November 2019, Kemendag telah menerbitkan persetujuan impor GKM termasuk untuk PT. Gendhis Multi Manis (GMM) yang merupakan anak perusahaan Perum Bulog. PT GMM diberikan alokasi sebesar 30. 000 ton berdasarkan rekomendasi Kementerian Perindustrian, ” ujar Wisnu.

Baca Juga: Anak usaha RNI menyelenggarakan operasi pasar guna stabilkan harga gula di Jawa Barat

GMM kemudian mendapatkan persetujuan impor GKM kembali sejumlah 29. 750 ton pada 6 Maret 2020. Selain itu, Perum Bulog juga mendapatkan persetujuan pengalihan gula dari PT Sumber Mutiara Indah Perdana (PT SMIP) yang berlokasi di Dumai sebesar 20. 000 ton pada 13 Maret 2020.

Bulog serupa memperoleh persetujuan Impor GKP sebesar 50. 000 ton pada tujuh April 2020 dan melalui PT GMM juga mendapatkan kembali pengesahan impor sebesar 35. 000 ton pada 13 April 2020.

Persetujuan impor GKM yang akan diolah menjadi GKP sebab PT GMM telah direalisasikan 100% sebanyak 29. 750 ton di 4 April 2020. Sedangkan dalam 4 Mei 2020 PT GMM realisasi impornya telah dilakukan sebanyak 20. 000 ton.

Baca Juga: Dorong industri pangan yang terkonsolidasi, 3 perusahaan BUMN ini akan digabung

“Dari total Persetujuan Impor GKM sebanyak 64. 750 ton, sudah direalisasikan oleh PT GMM sebanyak 49. 750 ton. Sedangkan pengesahan pengalihan PT SMIP belum mampu dipenuhi komitmennya secara keseluruhan pada BULOG untuk menyalurkan 20. 000 ton karena yang telah disalurkan baru sebesar 3. 800 ton, ” jelas Wisnu.

Adapun untuk impor GKP di dalam 2 Mei 2020 telah direalisasikan sebanyak 21. 800 ton.

Hal ini yang menerbitkan salah satu alasan kurangnya sediaan GKP di pasar adalah belum maksimalnya realisasi impor oleh pabrik gula berbasis tebu yang dikasih Persetujuan Impor karena negara-negara distributor gula seperti India, Thailand & Australia juga menerapkan lockdown buat mengurangi perluasan pandemi Covid- 19 sehingga terganggunya jalur transportasi serta logistik dari sentra produksi menuju pelabuhan muat di negara importir.

“Selain itu, importir gula juga mengalami kesulitan memperoleh kapal pengangkut karena adanya protokol kesehatan yang harus diikut dalam negara asal impor, ” sahih Wisnu Wardhana.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas mengindahkan Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.