Reporter: Sandy Baskoro | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Masyarakat Indonesia cukup tergiring dengan produk agribisnis dari provinsi Jawa Timur. Namun, agar penjualan produk dari ujung timur Pulau Jawa itu efektif, para karakter agro industri Jatim perlu memaksimalkan platform digital.

Peristiwa itu terungkap dalam pemaparan hasil survei MarkPlus yang disampaikan di acara webinar bertajuk MarkPlus Government Roundtable tentang agro industri Jawa Timur, Kamis (18/6).

Baca Juga: Grup Lippo bantu 20. 000 masker dan 1. 000 face shield kepada personel Polda Jatim

Menurut hasil survei cepat yang dilakukan oleh MarkPlus Inc kepada 66 responden yang mayoritas berasal dari luar Jabodetabek dalam satu minggu terakhir menunjukkan tingginya ketertarikan asosiasi terhadap produk agro industri Jawa Timur.

Produk agro industri Jatim yang paling penuh diketahui dan dikonsumsi oleh responden sebanyak 87, 9% adalah apel Malang dengan 45, 5% media penyebaran informasi produk melalui televisi dan kerabat.

Taat mereka, apel Malang merupakan buatan yang paling menarik, namun sayangnya banyak produk lain yang invalid diketahui masyarakat karena publisitas dengan minim terutama di media sosial.

Membaca Juga: Harapan Khofifah Probolinggo jadi zona hijau perdana di Jatim berkat kampung tangguh

“Sebanyak 60, 6% responden merekomendasikan media messenger bagaikan Whatsapp, Line, Telegram sebagai media penyebaran informasi produk agro pabrik Jawa Timur. Kemudian 66, 7% menilai Instagram dapat digunakan buat mengamplifikasi informasi produk, ” perkataan Business Analyst MarkPlus Inc, Sandika Putra.

Sebanyak 14 dibanding 15 produk khas Jawa Timur yang ditanyakan kepada responden dinilai kurang publisitas di media online seperti Kopi Banyuwangi, Strawberry Geruh, Kopi Trenggalek, Bawang Merah Nganjuk, dan lain sebagainya.

Hal ini membuktikan pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur perlu meningkatkan transformasi digital agar menarik perhatian publik dan dikenal lebih luas.

Konsep communal branding yang tengah dikembangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur juga mendapatkan sambutan positif. Sebanyak 86, 4% responden menganggap konsep tersebut menarik untuk diterapkan oleh keluaran agro industri Jawa Timur biar semakin mendunia.

Baca Juga: Selain Megawati, Risma juga ikut dalam menentukan penggantinya di Pilkada Surabaya

Communal branding adalah program satu merek yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha.

“Pengembangan dan pengenalan keluaran agro industri Jawa Timur menetapkan terus dilakukan karena masih didominasi oleh beberapa produk saja. Rencana communal branding juga dinilai sebagai salah satu strategi pemasaran produk Agro industri yang menarik, ” pungkas Sandika.
Post oleh Result HK