Reporter: Markus Sumartomdjon | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. BNI Syariah mulai memasarkan KPR subsidi syariah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan produk KPR Sentosa Syariah. Ini setelah BNI Syariah resmi ditunjuk sebagai bank penyalur KPR Syariah FLPP tahun 2020 oleh Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR).

Direktur Bisnis Ritel & Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi mengutarakan penyaluran pembiayaan rumah subsidi ialah wujud komitmen bank mensukseskan rencana satu juta rumah yang dikelola melalui Kementerian PUPR. “Hal tersebut sejalan dengan maqashid syariah sebagai bentuk dukungan BNI Syariah kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk dapat memiliki rumah idaman sebati prinsip syariah, ” kata Iwan dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan. co. id, Senin (29/6).

Melalui KPR Tenteram Syariah diharapkan BNI Syariah mampu memberikan solusi kepada MBR yang belum memiliki rumah dengan memberikan fasilitas pembiayaan pemilikan rumah secara angsuran terjangkau.

Baca Juga: Wow, BTN dapat tambahan kuota FLPP

Kelebihan nasabah yang membeli rumah sumbangan di BNI Syariah adalah adanya prinsip 5B yaitu nasabah luput administrasi untuk akad murabahah, khali provisi, bebas appraisal, bebas pinalti, dan bebas gharar. Selain keunggulan lainnya berupa perasaan tentram dan tenang karena sesuai prinsip syariah, angsuran ringan sampai lunas, jalan persetujuan pembiayaan mudah dan nisbi cepat, subsidi bantuan uang membuang dari pemerintah, jangka waktu pembiayaan sampai dengan 20 tahun, pembayaran angsuran melalui debet rekening dengan otomatis, dan bebas kontribusi asuransi serta PPN.

Baca Juga: Kredit Bank Masih Melaju dalam Kuartal Satu

KPR Sejahtera Syariah ditujukan untuk pembelian rumah subsidi tapak/susun dengan kondisi baru dan siap huni. Produk ini didukung oleh pengembang yang telah bekerjasama dengan BNI Syariah dan sistem informasi dengan terintegrasi antara BNI Syariah secara Kementerian PUPR sehingga memudahkan klub memperoleh rumah idaman.

MBR yang dapat mengikuti agenda ini adalah nasabah yang mempunyai penghasilan maksimal Rp 8 juta berdasarkan seluruh pendapatan bersih. Nasabah yang ingin mengikuti program KPR subsidi BNI Syariah ini juga harus memenuhi syarat yaitu WNI memiliki KTP, berstatus pegawai rajin, pengusaha, wirausaha, minimal berusia 21 tahun, belum pernah memiliki vila atau mendapatkan bantuan pemilikan panti dari pemerintah, dan wajib menempati rumah yang dibeli dalam lima tahun pertama kepemilikan.

Selain program FLPP, Masyarakat Berpenghasilan Rendah juga dapat mengikuti rencana Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM). Program SBUM merupakan program sumbangan dari pemerintah yang diberikan kepada MBR dalam rangka pemenuhan beberapa atau seluruh uang muka pendapatan rumah. Besaran SBUM yang diberikan sebesar Rp 4 juta, serta khusus untuk Provinsi Papua & Provinsi Papua Barat sebesar Rp 10 juta.

Berdasarkan Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) dengan telah ditandatangani antara Bank BNI Syariah dengan Pusat Pengelolaan Sokongan Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR pada tanggal 19 Desember 2019, BNI Syariah diberikan kuota sebesar 1. 750 unit atau setara dengan Rp 187, 8 miliar untuk dapat disalurkan kepada MBR pada tahun 2020.

Sampai dengan Maret 2020, outstanding pembiayaan KPR BNI Syariah yaitu BNI Griya iB Hasanah beruang di posisi Rp 13, 58 triliun dengan pertumbuhan 11, 86% year on year. Pada introduksi tahun 2020, BNI Syariah menargetkan pertumbuhan pembiayaan BNI Griya iB Hasanah sebesar 9%-12% secara tahunan atau year on year (yoy) yang diharapkan dari KPR Sejahtera Syariah ini dapat berkontribusi pasti terhadap pertumbuhan pembiayaan tersebut.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menaikkan semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas menggubris Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.