KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Kenaikan permintaan laptop dan juga notebook zaman pandemi Covid-19 rupanya tak berbanding lurus dengan permintaan layanan servis laptop dan sejenisnya. Namun bukan berarti layanan jasa perbaikan, jasa, dan upgrade perangkat telekomunikasi itu tak beruntung sama sekali. Walaupun kehilangan pelanggan dari perkantoran dengan melakukan aktivitas work from home (WFH), tapi penyedia jasa servis perbaikan dan servis komputer kehadiran pelanggan baru dari perorangan.
Bayu Mustafa, pemilik IT Support di Jakarta, menyebutkan, semula itu sempat terhenyak saat klien mereka mengumumkan status perusahaan berhenti berfungsi sementara. Kondisi tersebut membuat perolehan dari layanan perbaikan, servis, atau perawatan IT yang mereka kerjakan berkurang drastis. “Ada penurunan penerimaan dari pelanggan korporat, ” sirih Bayu kepada Tabloid KONTAN.
Namun gundah gulana Bayu tidak lama. Keputusan WFH yang dikerjakan oleh perusahaan juga memberikan konsekuensi ke layanan ritelnya. Begitu pula dengan keputusan pemerintah yang membakar belajar dari rumah untuk siswa. Satu per satu pelanggan segar berdatangan. “Mereka tambah aplikasi, perubahan, atau penyetelan hubungan ke internet, ” kata Bayu.
Untuk diketahui, ada beragam jasa pemeriksaan, servis, dan layanan yang ditawarkan oleh Bayu. Mulai dari perubahan komputer, servis, upgrade, instal permintaan, ataupun jasa penyetelan komputer ataupun laptop agar bisa digunakan. Udara bilang, pihaknya tidak hanya menganjurkan solusi hardware belaka, tapi selalu solusi software.

Perlahan, pendapatan dari segmen ritel tiba menggantikan pendapatan yang selama tersebut datang dari korporat. Meski begitu, kenaikan pendapatan ritel belum berpunya menggantikan pendapatan korporat. “Secara umum masih turun, tetapi bisnis awak lebih aman dari bisnis kuliner atau perhotelan, ” kata Aliran yang berkantor di Jalan Bangka itu.
Kondisi yang dekat sama juga dijelaskan oleh Andre, penyedia servis komputer di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ia sejumlah, secara umum terjadi penurunan penerimaan karena banyak perkantoran tidak berfungsi, terutama sampai Juni. Andre serupa tertolong oleh kehadiran konsumen perorangan, meski tidak naik sifnifikan. “Kami bersyukur, penurunannya tidak drastis, ” kata Andre.
Walaupun konsumen perorangan yang datang ke bengkel Andre tidak banyak, namun kehadiran mereka membantu bisnisnya saat pandemi. Andre bilang, layanan yang laris saat WFH adalah; penambahan fitur aplikasi serta penyetelan program.
Tak hanya dari perorangan, sejatinya ada juga permintaan dari institusi pendidikan. Keputusan pemerintah untuk madrasah online, membuat pengelola sekolah menyelenggarakan penyesuaian perangkat teknologi yang dimilikinya. Jika alat tertinggal jauh, mereka akan beli baru. “Tapi penuh juga yang upgrade komputer dengan ada, ” jelas Bayu.
Tak hanya untuk perangkat komputer sekolahnya saja, kebutuhan perangkat komputer dan laptop juga naik buat guru dan tenaga pengajar dalam sejumlah institusi pendidikan. Namun, biasa dari mereka memilih membeli laptop baru karena ada kemudahan pembayaran seperti mencicil.
Selain itu, permintaan laptop naik dari kongsi, namun kebanyakan membeli produk hangat. “Makanya yang pesta pora saat ini adalah pedagang laptop ketimbang jasa servis dan perbaikan laptop seperti kami, ” tambah Udara. u

Ini Artikel Individual

Hanya dengan berlangganan Rp 10. 000 selama 30 hari Anda dapat membaca berita pilihan, independen, dan inspiratif ini.