KONTAN. CO. ID – JAKARTA Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak menutup kemungkinan untuk mengkaji pemberlakuan ganjil genap sepanjang hari atau 24 jam penuh, bagi seluruh kendaraan bermotor di ruas bulevar Ibu Kota, tak terkecuali jentera dua.

Kepala Biro Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, hal ini dikerjakan dalam upaya menekan pergerakan karakter di tengah pandemi Covid-19 sehingga potensi penyebaran wabah tidak terkuak lebar.

Baca Juga: Ganjil-Genap: Hari ini tanggal ganjil (11/8), cek jalan terlarang pelat lengkap

“Bila di dalam pelaksanaan ganjil genap saat itu ternyata masih kurang efektif untuk menekan mobilitas warga, tentu kita akan lakukan kajian komprehensif serta bukan tidak mungkin berbagai preferensi diterapkan, ” katanya kepada Petunjuk. com, Senin (10/8/2020).

“Misalnya, masa pemberlakuan ganjil penuh diperpanjang sepanjang hari, kemudian diberlakukan ke seluruh jalan, bahkan mampu berlaku bagi seluruh kendaraan bermotor termasuk roda dua (sepeda motor), ” kata Syafrin.

Artinya, bila ternyata mobilitas warga tidak terjadi perubahan pasca-diterapkannya jarang genap, bisa saja aturan yang semakin ketat diterapkan.

Baca Juga: Dishub kaji penerpan kecendekiaan gajil genap untuk sepeda motor di DKI Jakarta

Syafrin mengatakan, penerapan tersebut bisa saja dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) 51 Tahun 2020 mengenai Pelaksanaan Pemisahan Sosial Berskala Besar pada Periode Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Tenteram, dan Produktif.

Pasalnya, menurut peraturan itu, Pemprov DKI memiliki kewenangan untuk mengatur daerahnya sendiri dalam upaya menekan penyaluran virus corona atau Covid-19.

“Tidak parsial yang tersedia sekarang kita terapkan. Jadi kenapa ini bisa diterapkan karena gage menjadi instrumen kebijakan yang kewenangannya bisa dilaksanakan Pemprov DKI, ” tutur Syafrin lagi.

Editor: Noverius Laoli