KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Berbagai macam kebijakan pemerintah memicu sentimen positif sektor properti, tak terkecuali oleh berbagai kalangan termasuk pengusaha properti di Batam.

Salah satunya yaitu aturan mengenai kesepakatan pembukaan kunjungan terbatas terutama untuk bisnis esensial Indonesia-Singapura yang telah dilakukan pada tanggal 26 Oktober 2020 ini.

“Hal ini menjadi angin segar bagi para pengusaha yang ada di Batam setelah sebelumnya terpukul dengan adanya pandemi COVID-19. ” kata Ketua Zona Dagang dan Industri (Kadin) Tanah air Batam, Kepri, Jadi Rajagukguk di keterangan resminya, Rabu (28/10).

Baca Serupa: Libur panjang, 147. 000 kendaraan sudah tinggalkan Jakarta

Tak Saja itu saja, Undang-Undang Cipta kegiatan yang sudah disahkan dinilai memiliki visi untuk membuka keran investasi seluas-luasnya ini mengatur beberapa kausa yang memberi kemudahan bagi zona properti termasuk diantaranya soal kepemilikan asing.

Aturan melanda kepemilikan atas satuan rumah susun yang diatur dalam pasal 144 ayat 1 dari Undang-undang Membentuk Kerja menyatakan hak milik berasaskan satuan rumah susun dapat dikasih kepada warga negara asing yang mempunyai izin sesuai peraturan perundang-undangan.

Hal ini menguatkan kepemilikan asing atas satuan panti susun.

Selain tersebut, dalam pasal 137 ayat 1 dari Undang Cipta Kerja tidak hanya memberikan kesempatan bagi warga negara asing, tetapi juga menyampaikan kepada Badan Hukum Asing yang memiliki perwakilan di Indonesia untuk dapat memiliki hak atas satuan rumah susun.

Baca Juga: Jasnita Telekomindo (JAST) dukung negeri mengoperasikan hotline darurat 112

Hal ini menjelma sentimen positif bagi pengembang kekayaan, terutama bagi pengembang properti menengah ke atas termasuk PT Pemuka Triniti Properti Tbk. Ishak Chandra, CEO sekaligus Presiden Direktur Triniti Land mengatakan pihaknya menyambut bahagia UU Cipta Kerja.

“Karenanya beleid ini akan memberikan keuntungan bagi Triniti Land yang memiliki banyak proyek condominium & juga proyek kami ada pula di Batam yang merupakan lupa satu pintu masuk terbesar orang asing ke Indonesia, ” kata Ishak dalam keterangan resminya, Rabu (28/10).

Ishak meyakini kalau hal ini menjadikan penjualan Triniti Land akan meningkat pesat dalam tahun 2021. Termasuk pada rencana Marc’s Boulevard yang ada dalam wilayah Batam.

Proyek seluas 23 hektare di Batam Centre ini sedang dalam perluasan hingga 5 tahun kedepan dengan total investasi sebesar Rp enam triliun. Dengan banyaknya sentimen yang saat ini mengguyur pasar kekayaan di wilayah Batam, dipastikan juga PT Perintis Triniti Properti Tbk dapat memetik hasilnya.

Editor: Noverius Laoli