Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui peredaran rokok gelap tahun ini meningkat. Hal tersebut disebabkan oleh kenaikan rata-rata bayaran cukai rokok 23% pada 2020.

Oleh karena tersebut, ia menyampaikan pemerintah akan berpugak-pugak memberantas peredaran rokok ilegal sesudah mengambil keputusan tarif cukai cerutu 2021 naik 12, 5%.

Sri Mulyani mengatakan bersandarkan salah satu survei terakhir, total rokok ilegal 4, 86% dalam 2020. Angka tersebut naik dibandingkan dari tahun 2019 yang sejumlah 3%. Menurutnya, hal ini menggambarkan CHT yang naik maka rokok ilegal juga meningkat.

“Saya berharap DJBC untuk tetap menurunkan rokok illegal ini lebih turun lagi, meskipun rokok ilegal di RI termasuk yang lembut di kawasan Asean, ” ujar Menkeu dalam Konferensi Pers Kecendekiaan Cukai 2021, Kamis (10/12).

Baca Serupa: Cukai rokok terbang, Sri Mulyani targetkan setoran bea 2021 capai Rp 173 triliun

Sri Mulyani menambahkan melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) diharapkan bisa memberikan anggaran untuk menciptakan kondisi, sosialisasi, dan pengawasan cerutu ilegal. Sebab, sebagian DBHCHT bakal digunakan untuk pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) yang berisi dari UMKM rokok. Sehingga, penyaluran rokok ilegal bisa diminimalisasi.

Sementara itu, kata Menkeu untuk menangani rokok ilegal lestari dilakukan langkah preventif seperti sosialisasi dan mendirikan KIHT agar mungkin dilokalisasi dan diawasi. Namun, pihaknya juga mengambil langkah represif, proses gempur, operasi sriwijaya, patrol laut bea cukai, dan berbagai kesibukan penindakan oleh jajaran DJBC bersama-sama aparat dan pemda dan pihak terkait lainnya akan terus dikerjakan.

“Karena mereka menghindari CHT. Saya berterima kasih kalau DJBC terus melaksanakan jumlah penindakan terhadap produksi rokok ilegal, ” ujar Sri Mulyani.

Adapun berdasarkan data DJBC, jumlah penindakan meningkat, tahun lalu kita 5. 774 kali, ini menyusun dari 2018 5. 200 kala. Naik tinggi dari 2017 yang hanya 3. 176 kali. Biar tahun ini ada pandemi, DJBC tetap meningkatkan penindakan sebanyak 8. 155 kali.

“Makin tinggi kita naikkan cukai, makin mereka semangat untuk menghasilkan cerutu illegal. Ini tantangan yang jelas. Dengan Tindakan DBJC dan bagian lainnya kita bisa kita mampu menyelamatkan Rp300 miliar tahun 2020. Ini angka yang sangat kaya, ” ujar Menkeu.

DERMA, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah vitalitas kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai sedekah yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.