Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Wahyu T. Rahmawati

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Pemerintah memutuskan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dalam awal tahun ini seiring kejadian positif Covid-19 yang masih langsung meningkat.

Analis NH Korindo Sekuritas Ajeng Kartika mengutarakan hal ini cenderung tidak memberi banyak dampak terhadap kinerja PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Menurut Ajeng, PPKM tidak beserta merta memberi dampak berkepanjangan kepada kinerja Indocement.

“PKPM ini kan baru diberlakukan hingga 25 Januari 2021 sekadar. Lalu proyek konstruksi pun masih berjalan 100%. Setelahnya, jika vaksinasi berjalan lancar, akan memungkinkan PPKM diganti kembali jadi PSBB. Siap tidak memberi dampak yang istimewa terhadap kinerja INTP, ” cakap Ajeng ketika dihubungi Kontan. co. id, Rabu (13/1).

Lebih lanjut, Ajeng justru melihat pada tahun ini INTP memiliki prospek yang menarik dan berpeluang memperbaiki kinerjanya. Dia berkaca lantaran pulihnya kinerja INTP pada kuartal ketiga 2020 silam dan menilai perbaikan kinerja INTP akan kembali berlanjut pada 2021. Hal ini sepaham dengan masifnya proyek-proyek infrastruktur & konstruksi yang dijalankan.

Baca Juga: Pembangunan infrastruktur akan menetapkan kinerja Indocement (INTP) pada tarikh ini

Namun, kinerja Indocement juga dipengaruhi oleh seperti apa perkembangan kasus Covid-19. Jika kasus terus bertambah, mungkin PPKM akan kembali diberlakukan. Pada satu sisi, Ajeng juga melihat masuknya dua pemain baru dalam 2021 yaitu PT Semen Grobogan dan Hongsi Holdings Group selalu akan memperketat persaingan bisnis pabrik semen terutama di pulau Jawa.

Namun, dia tetap INTP masih mampu unggul secara kekuatan distribusi dan penerapan sistem digital melalui Sales Force Automation (SFA). “Adanya Omnibus Law serta peningkatan anggaran infrastruktur untuk tarikh 2021 pun memungkinkan timbulnya pengaruh multiplier dari pembangunan infrastruktur yang hendak mendorong pengembangan kawasan industri serta pabrik, ” tambah Ajeng.

Ajeng pun meyakini, selama aktivitas dan kondisi ekonomi berangkat pulih, target pertumbuhan penjualan INTP akan tercapai. Hal ini sebab pulihnya ekonomi akan memungkinkan pendirian infrastruktur baik dari sektor retail maupun korporasi akan kembali berlaku lancar. Asal tahu saja, tadbir INTP mematok pertumbuhan penjualan sebesar 4% pada tahun ini.

Baca Serupa: Ada vaksinasi corona, ini rencana bisnis Indocement Sendiri Prakarsa (INTP) di 2021

Sementara jika dipandang dari sisi fundamental, Ajeng juga menuturkan kondisi INTP saat itu sangatlah baik. Menurut dia, INTP masih mampu memaksimalkan penggunaan benih bakar alternatif selain batubara. Kejadian tersebut ditunjukkan pada kinerja kuartal ketiga 2020 dengan kenaikan laba. “Selain itu, INTP memiliki akal utang yang rendah sebesar 0, 52x, paling rendah dibandingkan dengan emiten di sektor semen yang lain, ” tuturnya.

Oleh karena itu, Ajeng pun merekomendasikan untuk beli saham INTP secara target harga Rp 18. 775 per saham. Adapun pada perdagangan Rabu (13/1), INTP ditutup menguat 0, 68% ke Rp 14. 750 per saham.

Baca Juga: PT Indocement Tunggal Inisiatif Tbk (INTP) Mengincar Kenaikan Penjualan 4%

DONASI, Sanggup Voucer Gratis!

Sokongan Anda akan menambah semangat saya untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai pepatah terimakasih atas perhatian Anda, ada voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di LANGSUNG Store.