Reporter: Muhammad Julian | Editor: Yudho Winarto

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. PT Dusdusan Dotcom Indonesia (Dusdusan) menunjuk Ellies Kiswoto sebagai CEO Dusdusan yang baru bohlam Senin (1/2), menggantikan Christian Kustedi.

Perubahan struktur kepemimpinan ini menjadi langkah awal pada penerapan strategi Dusdusan untuk memperkuat posisinya sebagai platform reseller dengan berfokus pada produk rumah nikah dan pemberdayaan perempuan, khususnya pokok famili.

Ellis berujar, dirinya berharap bisa langsung membangun Dusdusan sebagai rumah yang baik bagi para reseller-nya, untuk bisa sama-sama tumbuh dan meningkatkan taraf kehidupan masing-masing dari vila.

“Sebagai seorang Pokok, saya juga memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan bahwa kita perempuan Indonesia bisa menjadi hawa yang tangguh dan maju, ” ujar Ellies dalam keterangan terekam yang diterima Kontan. co. id, Selasa (2/2).

Baca Juga: Berkah reseller menjadi cuan bagi Dusdusan

Ellies bukan sosok yang asing untuk Dusdusan dan komunitas reseller-nya. Sebelumnya, Ellis sudah bekerja di kecil layar dari hari pertama Dusdusan didirikan.

Dengan adanya perubahan susunan manajemen ini, oleh karena itu peran C-Suite Dusdusan dipegang oleh ketiga Foundernya, yaitu Ellies Kiswoto sebagai Chief Executive Officer (CEO), Christian Kustedi sebagai Chief Operating Officer (COO), dan Fadjar Alat sebagai Chief Financial Officer (CFO).

Sebelumnya, Ellies pula dikenal sebagai Co-Founder dari brand produk keluarga Greenleaf, Technoplast, serta Hawaii. Ia juga menjabat rajin sebagai Ketua Umum Asosiasi Persekutuan Pengusaha Kebutuhan Rumah Tangga Indonesia (Pekertindo) dan pengurus Asensi (Asosiasi Lisensi Indonesia).

Christian Kustedi menilai, Ellis merupakan bentuk yang paling tepat t untuk memegang estafet kepemimpinan Dusdusan.

“Sejak 2015, Ellies sudah menjadi bagian penting di pulih pertumbuhan Dusdusan, dan sekarang saatnya beliau memegang nahkoda terdepan, ” kata Christian.

Ellis menuturkan, pemberdayaan perempuan lewat komunitas akan menjadi satu diantara fokus pokok Dusdusan. Ellis bilang, peran perempuan dalam ekosistem UMKM di Nusantara sangat vital.

Ellis menilai, masih banyak para pelaku UMKM, khususnya womenpreneur, yang mampu dibina bersama agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Baca Juga: Dusdusan. com bekali bertambah 130. 000 reseller berbisnis digital secara mandiri

“Kami ingin mendorong pertumbuhan womenpreneur baru di Indonesia. Sebagai maklumat, Dusdusan menyediakan infrastruktur yang memudahkan reseller dalam pengembangan bisnis dan keterampilan, hingga menjadi local heroes , ” menutup Ellis.

Sedikit fakta, Data Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Besar di Indonesia tahun 2014- 2018 Kemenkop dan UKM mencatat bahwa dari total usaha yang berjumlah 64 juta unit usaha, 99, 99% jalan di Indonesia adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Di saat yang serupa, survei daripada Bank Dunia (2016) juga menggondol temuan bahwa lebih dari 50% usaha mikro dan kecil dimiliki oleh perempuan.

DONASI, Bisa Voucer Gratis!

Pertolongan Anda akan menambah semangat saya untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.