KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Departemen Keuangan menampilkan kurs pajak hari ini yang sahih Rabu 14 April 2021 sampai Selasa 20 April 2021. Artinya, kurs tersebut berlaku juga sebagai kurs pajak mingguan.

Kementerian Keuangan merilis kurs pajak untuk mata uang dollar Amerika Serikat & 24 mata uang ganjil lainnya. Mengutip situs formal Kementerian Keuangan, kurs pajak hari ini menunjukkan rupiah melemah terhadap mayoritas serampangan uang asing.

Kurs pajak mingguan kesempatan ini, rupiah hanya menguat terhadap 7 mata uang asing. Jadi kurs pajak hari tersebut turut menampilkan rupiah menyurut terhadap 18 mata uang langka lainnya.

Kurs pajak mingguan yang Kementerian Keuangan terbitkan hari tersebut memperlihatkan rupiah melemah kepada dollar Amerika Serikat. Rupiah melemah 1, 00 poin ke Rp 14. 545, 00 dibanding pekan lalu (Rp 14. 544, 00).

Kurs pajak hari ini turut mencatat pelemahan rupiah terhadap dolar Australia. Rupiah melemah sebesar 45, 78 poin ke Rp 11. 111, 80 dari sepekan cerai-berai (Rp 11. 066, 02).

Selanjutnya, kurs pajak mingguan menunjukkan pelemahan rupiah pada dolar Selandia Baru. Rupiah melemah sebesar 51, 49 poin ke Rp 10. 246, 08 dari pasar lalu (Rp 10. 194, 59).

Selanjutnya, kurs pajak mingguan menunjukkan pelemahan rupiah atas ringgit Malaysia. Rupiah melemah sebesar 8, 72 poin ke Rp 3. 517, 40 dari pekan lalu (Rp 3. 508, 68).

Baca Juga: Kurs retribusi hari ini 7-13 April 2021, rupiah balik melemah atas mayoritas mata uang

Rupiah menguat terhadap 7 gegabah uang asing

Kurs pajak hari tersebut mencatat penguatan rupiah terhadap dolar Hongkong. Rupiah bangkit sebesar 0, 54 poin ke Rp 1. 869, 92 dari sepekan cerai-berai (Rp 1. 870, 46).

Lalu, kurs pajak mingguan juga mencatat penguatan rupiah terhadap poundsterling Inggris. Rupiah menguat sebesar 32, 31 poin ke Rp 20. 045, 34 dari sepekan lalu (Rp 20, 077, 65).

Kurs pajak hari ini dengan Kementerian Keuangan terbitkan menampilkan rupiah bangkit terhadap bath Thailand. Rupiah menguat 1, 35 poin ke Rp 463, 72 dibanding pekan lalu (Rp 465, 07).

Selain itu, kurs pajak keadaan ini mencatat rupiah menguat terhadap rupee India, rupee Pakistan, rupee Sri Lanka, dan peso Filipina.

Baca Serupa: Menggali potensi pajak karakter kaya bisa mengerek penerimaan negara saat pandemi

Sebagai bahan, kurs pajak adalah jumlah kurs rupiah yang Departemen Keuangan tetapkan yang sah selama sepekan. Kurs pajak hari ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 22/KM. 10/2021.

Pembaruan kurs pajak mata uang asing terhadap rupiah digunakan untuk pokok penghitungan transaksi yang berhubungan dengan pajak dan pabean.

Beberapa perumpamaan transaksi perpajakan yang menggunakan kurs pajak valuta aneh terhadap rupiah adalah jadi berikut

  • Impor Barang Kena Pajak.
  • Penyerahan Bahan Kena Pajak.
  • Penyerahan Jasa Kena Retribusi.
  • Pemanfaatan Bahan Kena Pajak Tidak Nyata dari luar daerah pabean.
  • Pemanfaatan Kebaikan Kena Pajak dari asing daerah pabean.
  • Bila transaksi di atas dilakukan menggunakan mata uang asing, maka penghitungan besarnya Bea Masuk, Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh) dan pajak lain yang bersentuhan dengan kegiatan ekspor impor didasarkan atas kurs retribusi saat wajib pajak melayani pembayaran pajak.

Baca Juga: Ditjen Pajak Kemenkeu rumuskan metode pengawasan hingga penyeliaan wajib pajak ini

Berikut tabel kurs pajak hari tersebut yang menampilkan rupiah terhadap 25 mata uang ganjil yang diterbitkan Kementerian Keuangan:

No Sembrono Uang 14-20 April 7-13 April Perubahan Nilai
1. Dollar Amerika Serikat (USD) 14. 545, 00 14. 544, 00 satu, 00
2. Dollar Australia (AUD) 11. 111, 80 11. 066, 02 45, 78
3. Dollar Kanada (CAD) 11. 570, 65 11. 562, 52 8, 13
4. Kroner Denmark (DKK) 2. 321, 79 2. 297, 69 24, 10
5. Dollar Hong Kong (HKD) 1. 869, 92 satu. 870, 46 -0, 54
6. Ringgit Malaysia (MYR) 3. 517, 40 3. 508, 68 8, 72
7. Dollar Selandia Terakhir (NZD) 10. 246, 08 10. 194, 59 51, 49
8. Kroner Norwegia (NOK) satu. 713, 86 1. 703, 44 10, 42
9. Poundsterling Inggris (GBP) 20. 045, 34 20, 077, 65 -32, 31
10. Dolar Singapura (SGD) 10. 847, 19 10. 805, 66 41, 53
11. Kroner Swedia (SEK) satu. 689, 72 1. 666, 73 22, 99
12. Franc Swiss (CHF) 15. 644, 16 15. 429, 61 214, 55
13. Yen Jepang (JPY) 13. 254, 30 13. 151, 39 102, 91
14. Kyat Myanmar (MMK) 10, 34 10, 32 0, 02
15. Rupee India (INR) 196, 20 198, 37 -2, 17
16. Dinar Kuwait (KWD) 48. 163, 21 48. 111, 73 51, 48
17. Rupee Pakistan (PKR) 95, 10 95, 29 -0, 19
18 Peso Philipina (PHP) 299, 41 299, 64 -0, 23
19. Riyal Saudi Arabia (SAR) 3. 878, 27 3. 877, 36 0, 41
20. Rupee Sri Lanka (LKR) 72, 51 73, 02 -0, 51
21. Bath Thailand (THB) 463, 72 465, 07 -1, 35
22. Dollar Brunei Darussalam (BND) 10. 837, 81 10. 803, 03 34, 78
23. Euro (EUR) 17. 268, 41 17. 089, 29 179, 12
24. Yuan Renminbi Tiongkok (CNY) 2. 219, 26 dua. 212, 43 6, 83
25. Won Korea (KRW) 12, 98 12, 86 0, 12

Sebagai informasi, Lembaga Kebijakan Fiskal (BKF) Departemen Keuangan akan merilis pembaruan kurs pajak setiap keadaan Rabu. Kemudian, kurs pajak tersebut berlaku selama seminggu hingga hari Selasa pasar berikutnya.

Penerapan kurs pajak diatur di Peraturan Pemerintah Nomor satu Tahun 2012. Dalam peraturan tersebut tercantum bahwa di setiap transaksi perhitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau PPN dan Pajak Penjualan Bahan Mewah (PPnBM) terlebih awal dikonversi ke mata uang rupiah.

Jika mendapati transaksi perpajakan diluar 25 mata uang tersebut, maka konversi dilakukan ke dalam dollar Amerika Serikat terlebih dahulu. Selanjutnya, besaran transaksi tersebut didapat sejak konversi dollar Amerika Serikat ke dalam rupiah.

Editor: Bimo Kresnomurti