KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Selama era larangan mudik Lebaran dalam 6-17 Mei 2021, Negeri Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Pemerintah Kota dalam Depok, Tangerang, dan Bekasi menerapkan aturan surat permisi keluar masuk (SIKM).

Adapun aturan mengenai SIKM merujuk pada Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Pegangan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah & Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Dalam beleid tersebut, masyarakat diperbolehkan mudik karena alasan mendesak kaya keluarga sakit atau wafat dunia. Warga tersebut harus memperlihatkan SIKM saat hendak meninggalkan Jabodetabek.

Berikut Kompas. com merangkum informasi seputar SIKM dalam Jabodetabek.

Jakarta

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, masyarakat Ibu Kota mampu mengurus SIKM melalui aplikasi JakEVO. Sehingga, warga tidak perlu datang langsung ke kantor kelurahan.

“Jadi pemohon mengajukan menggunakan Jakevo secara daring, ” ujar Syafrin saat dihubungi melalui telepon, Jumat (30/4/2021).

Baca Juga: Larangan mudik Lebaran 2021 berlaku, Satgas minta tak ada mudik lokal

Nantinya, awak akan mendapat SIKM di dalam bentuk online yang ditandatangani kelurahan dalam bentuk digital atau kode QR.

Saat pengajuan per aplikasi, warga akan diminta mengunggah dokumen sebagai syarat administrasi. Misalnya, apabila tersedia keluarga yang meninggal dunia, maka warga yang mengajukan wajib menyertakan surat moralitas dari daerah asal.

“Kemudian misalnya tersedia orang sakit di kampung, ada surat keterangan kecil dari RS setempat, itu dokumen yang dilampirkan beserta KTP pemohon, ” menguraikan Syafrin.

Baca Juga: Berlaku 6 Mei, ini dokumen yang wajib penumpang pesawat bawa saat masa larangan mudik

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie